semalem ceramah di masjid mengingatkan pada cerita yang pernah ku baca di “buku macannya” darmadi darmawangsa.
karna sampulnya gambar macan, temen2 nyebutnya buku macan… hehehe…
setelah 8 rakaat sholat teraweh, bapak imam naik mimbar untuk kultum…
dia menceritakan…
pada suatu ketika ada anak yang diajak ayahnya untuk mendaki gunung…
mendaki dan terus mendaki,ketika hampir mencapai puncak sang anak tersandung dan terjatuh.
“aduuuuh….!” sang anak mengerang kesakitan… selang beberapa detik terdengar suara yang sama…
“aduuuuh….!” sang anak bingung…suara siapa gerangan…? dia bertanya dalam hati..
kemudian dia berteriak. “siapa kamu…???” suara itu menjawab juga “siapa kamu…???”
sang anak terpancing emosinya… ia berteriak, “kurang ajar! kenapa kamu balik bertanya…?”
suara itu menjawab lagi “kurang ajar! kenapa kamu balik bertanya…?”
“pengecut!!!” sang anak berteriak lagi. kembali suara itu menjawab “pengecut!!!”
dengan jengkel kemudian sang anak bertanya kepada ayahnya. “ayah,siapakah dia yang selalu menirukan ucapakanku?”
dengan bijaksananya ayahnya berkata. “perhatikan ini anakku…”
sang ayah pun berteriak. “saya adalah manusia luar biasa!!!”
suarapun kembali terdengar “saya adalah manusia luar biasa!!!”
“saya juara!!!”
suara itupun menirukan “saya juara!!!”
sang anak tertegun dan kagum,tetapi belum memahaminya.
kemudian sang ayah menjelaskan. “itu adalah gema anakku…”
“dan gema ibarat kehidupan yang kita jalani dengan berbagai hal. hidup akan memberikan kembali apa yang kita
lakukan dan katakan. hidup merupakan cerminan sikap dan tindakan kita. jika engkau ingin dunia ini dipenuhi dengan cinta,
terlebih dulu penuhilah cinta di dalam hatimu. jika engkau ingin teman-temanmu baik terhadapmu, berlakulah dengan baik
kepada mereka terlebih dahulu. hubungan ini berlaku pada setiap sisi kehidupanmu. apa yang engkau terima dalam hidup
merupakan buah dari apa yang telah engkau tanam sebelumnya. apa yang engkau alami dalam hidup bukan merupakan hal-hal
yang kebetulan, ia merupakan cermin dari dirimu!”
ceramah singkat yang mungkin mengingatkan bahwa diri ini harus mempunyai sikap dan tindakan yang positif…
karena kita memang terlahir menjadi pemenang!
-saefullah azzam-
13 sept ’08, 13:34